Manfaat Kedelai bagi Penderita Diabetes

SELASA, 10 JULI 2012 | 06:01 WIB

TEMPO.CO , Jakarta:Kacang kedelai adalah salah satu makanan yang sudah biasa dikonsumsi masyarakat. Polong-polongan ini dapat ditemukan dalam tempe atau tahu. Namun, tahukah manfaatnya bagi penderita diabetes?

Ahli micronutrient dari Soy Nutrient Institute Japan, Prof. Shaw Watanabe, mengatakan mengonsumsi kedelai secara teratur memiliki dampak signifikan dalam membantu menjaga kualitas kesehatan penyandang diabetes. Makanan ini mengurangi resiko terkena penyakit diabetes. Protein dan serat yang larut dalam kedelai, mengatur kadar glukosa darah dan filtrasi ginjal. Sehingga kedelai boleh dikonsumsi penyandang diabetes yang memiliki komplikasi penyakit ginjal.

Kedelai mengandung senyawa isoflavon. Fungsinya memperbaiki sel dan mencegah kerusakan sel. “Penanganan yang tepat untuk penyandang diabetes adalah melalui menjaga pola makan, menurunkan dan menjaga berat badan serta aktivitas fisik secara teratur," kata Prof Watanabe kepada Tempo, Senin 9 Juli 2012. "Obat hanya membantu menurunkan sementara kadar gula darah.”

Beberapa penelitian menunjukkan protein dan isoflavon dalam kedelai dapat mengurangi resiko Kanker Payudara pada wanita hingga 20%. Resiko yang diturunkan ini lebih tinggi lagi pada wanita monopause. Pada laki-laki, kandungan protein dan isoflavon dapat membantu mengurangi resiko kanker prostat hingga 20%.

Ahli endrokrinologi Indonesia dokter Suharko Soebardi, mengatakan kelebihan berat badan dan konsumi makanan yang kurang baik mengakibatkan jumlah penyandang diabetes melitus Tipe 2 di Indonesia berkembang dalam jumlah mengkhawatirkan. Ada peningkatkan resiko klinis dan ekonomis. Maka masyarakat perlu dididik cara mengatur dan menjaga pola makan dan pola hidup sehat.

”Bagi penyandang diabetes, seperti yang disarankan oleh American Diabetes Association (ADA) perlu terus menjaga normalisasi gula darah, pengaturan optimasi kadar lipoprotein, menjaga berat badan tetap normal dan menjaga resiko akibat penyakit diabetes,” dia mejelaskan.

Serat merupakan komponen penting pada nutrisi penyandang Diabetes Melitus, karena efek serat di saluran cerna antara lain adalah memperlambat waktu pengosongan lambung. Serat dapat meningkatkan waktu transit dengan memperlambat pergerakan di usus halus dan menurunkan absorpsi zat gizi. Serat pada kacang-kacangan seperti kedelai perlu dikonsumsi sebanyak 25 gram serat dalam sehari.

Dengan kandungan isoflavon menkonsumsi kedelai sangat baik untuk menjaga kesehatan dan menghindari resiko penyakit degeneratif seperti diabetes melitus dan penyakit jantung. Uniknya, sebenarnya tidak hanya kandungan isoflavon dalam kedelai berfungsi di sini, tetapi zat micronutrient bersama-sama memberikan efek kesehatan yang sangat baik.

Kandungan Isoflavon dan serat pangan kedelai terbukti membantu memperbaiki resistensi insulin dan menjaga kestabilan kadar gula darah. Tentu ini sangat bermanfaat bagi penyandang diabetes tipe II, dan membantu menurunkan resiko terkena diabetes.

Soyjoy, sebuah produk dari PT Amerta Indah Otsuka bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia dan Perkumpulan Endrokrinologi Indonesia menggelar konferensi kesehatan pada Sabtu, 7 Juli 2012. Tema konferensi “The Rule of Protein and Carbohydrate in Diabetic Management”.

MITRA TARIGAN


Sumber :
Tempo.co - http://www.tempo.co/read/news/2012/07/10/060415930/Manfaat-Kedelai-bagi-Penderita-Diabetes

Tidak ada komentar:

Translate