Makanan Lokal Pun Bergizi Tinggi

Jumat, 20 Februari 2009 | 15:35 WIB

BANJARMASIN, JUMAT — Kalangan medis di Banjarmasin, Kalsel, menilai makanan lokal nonterigu memiliki nilai gizi tinggi, dan karena itu pemasyarakatannya perlu digalakkan.

Pernyataan tersebut dilontarkan dr Abimayu, Direktur Rumah Sakit Umum Ulin Banjarmasin, di Banjarmasin, Kamis, menanggapi rencana Pemerintah Provinsi Kalsel untuk menyosialisasikan penggunaan bahan makanan nonterigu, dalam upaya mengurangi ketergantungan warga terhadap bahan makanan impor.

Makanan yang akan disosialisasikan itu adalah makanan berbahan baku umbi-umbian, khususnya ubi jalar. Menurut Abimayu, umbi-umbian yang akan dikembangkan menjadi pangan masyarakat memiliki nilai gizi yang tinggi karena mengandung probiotik yang mampu meningkatkan kekebalan tubuh pemakannya.

Probiotik berdasarkan hasil penelitian dunia medis ternyata mampu menyembuhkan penyakit diare, tetapi mengonsumsi jenis umbi-umbian ini harus terukur lantaran kurang baik bagi penderita diabetes (penyakit gula).

Berdasarkan hasil penelitian, ubi jalar juga mengandung glukosa, walau tidak setinggi beras, tetapi, kalau dikonsumsi berlebihan, juga bisa membahayakan. Demikian dikatakannya.

Namun, ia juga mengatakan, penggunaan bahan umbi-umbian pengganti terigu sangat tepat, selain murah juga mudah diperoleh, apalagi bisa dikembangkan dalam skala besar di Kalsel. Setidaknya, pemakaian bahan makanan yang terbuat dari umbi-umbian akan menghindari penderita kurang gizi di dalam masyarakat.


ABD
Sumber :
- Ant
- Kompas.Com - http://kesehatan.kompas.com/read//xml/2009/02/20/15350286/makanan.lokal.pun.bergizi.tinggi

Tidak ada komentar:

Translate