Konsumsi Sayuran Tingkatkan Kekebalan Tubuh

Penulis : UNTUNG SUWAHYONO

BERTAHUN-tahun diketahui manfaat sayuran bagi kesehatan. Namun para ahli kimia pangan tetap dibuat penasaran mengenai misteri di balik manfaat sayuran. Pengungkapan misteri di balik sayur-mayur beberapa tahun akhir ini memang banyak menjadi perhatian para peneliti. Fenomena-fenomena unik yang berkembang saat ini, misalnya berkait dengan cara penyembuhan penyakit yang diistilahkan dengan ”herbal healing”.
Gerakan kembali ke alam menjadi alah satu faktor pendorong konsumsi tumbuh-tumbuhan dan sayuran sebagai sarana menuju hidup sehat dan berumur panjang. Kondisi ini secara tidak langsung menumbuhkan masyarakat baru yaitu pengkonsumsi tumbuhan dan sayuran.
Agar dapat memanfaatkan berbagai jenis sayuran secara optimal dibutuhkan penelitian dalam waktu panjang. Para peneliti di Jepang tampaknya sudah menangkap prospek bisnis dari manfaat sayuran. Sehingga banyak para peneliti di bidang kimia alam menaruh perhatian pada berbagai jenis sayuran serta bahan bumbu yang terdapat dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat dikawasan Asia, karena di samping keragamannya tinggi, sayuran Asia mempunyai sifat spesifik untuk daerah tropis.

Kekebalan Tubuh
Penelitian yang dilakukan tim peneliti Jepang di bawah pimpinan Masatoshi Yamazaki menemukan fenomena baru dari observasi terhadap 14 jenis sayuran. Empat belas sayuran yang diteliti adalah jenis sayuran yang dikonsumsi oleh masyarakat umum sehari-hari. Penelitian mengindikasikan adanya semacam senyawa yang mempunyai sifat menstimulasi tubuh memproduksi senyawa, yang diistilahkan dengan TNF (Tumor Necrosis Factor). TNF adalah senyawa aktif dalam tubuh yang dapat berfungsi untuk meluruhkan sel-sel tumor.
Nilai lebih dari senyawa yang terkandung di dalam sayuran itu di samping mempunyai sifat seperti TNF, mempunyai kemampuan pula menstimulasi daya tahan tubuh atau kekebalan tubuh yang diistilahkan dengan immunopotentiator. Dari 14 jenis sayuran ini, empat jenis di antaranya yaitu seperti kol, wortel, bayam, dan buncis ternyata mempunyai potensi tinggi untuk menginduksi tumbuhnya faktor kekebalan di dalam tubuh.
Hasil uji yang dilakukan terhadap sifat immunopotentiator ini, sayuran seperti wortel, kubis, dan bayam mempunyai aktivitas stimulan yang kuat sepadan dengan interferon dan OK-432 serum. Kedua senyawa ini, interferon dan OK-432 serum, adalah senyawa yang secara luas sudah digunakan di rumah-rumah sakit untuk menstimulasi sistem kekebalan tubuh pada pasien yang umumnya terjangkit kanker.
Percobaan yang dilakukan pada hewan percobaan yang mendapat suntikan ekstrak sayuran menunjukkan TNF yang dihasilkan mencapai 1000 U/ml, dua kali lipat dari yang dihasilkan dengan perlakuan interferon atau OK-432 yang hanya mencapai 500 U/ml. Namun demikian tidak berarti bahwa semakin banyak makan ekstrak sayuran maka TNF yang diproduksi didalam tubuh akan bertambah tinggi.
Ternyata ada ambang batas maksimal untuk tiap jenis sayuran yang memiliki pengaruh terhadap produksi TNF di dalam tubuh, walaupun dosis ekstrak sayuran yang dikonsumsi sama. Misalnya, ekstrak bayam dan kol yang disuntikkan ke dalam tubuh tikus percobaan sampai di atas dosis 13ul/hewan, justru produksi TNF menjadi turun. Berbeda dengan wortel atau buncis yang di atas dosis tersebut masih menunjukkan kenaikan dari produksi TNF.
Dengan demikian, kalau kita akan memanfaatkan khasiat sayuran, tentunya juga harus cukup selektif. Artinya selektif dalam memilih sayuran yang mempunyai pengaruh stimulator pembentukan TNF tinggi, tapi cukup aman bagi yang mengonsumsi. Kadang kala ada orang yang tidak dapat makan sayuran berserat tinggi, atau mengandung kadar kristal oxalat tinggi, seperti bayam atau kangkung.
Fenomena khasiat sayuran terhadap sistem kekebalan tubuh memang unik. Tapi yang lebih menarik adalah bagaimana mekanismenya yang terjadi di dalam tubuh. Sistem kekebalan dalam tubuh umumnya ditunjukkan adanya mekanisme pertahanan oleh darah putih atau disebut leukosite. Misalnya, seseorang yang menderita infeksi oleh bakteri, atau setelah terapi kimia atau penyinaran, biasanya jumlah sel leukosite ini akan meningkat karena fungsi dari immunopotentiator dan fungsi immunomodulator yang bekerja lebih spesifik akan ditunjukkan dengan meningkatnya jumlah leukosite jenis neutrophil.
Ekstrak sayuran ternyata mempunyai substansi yang mampu aktif sebagai immunopotentiator dan immunomodulator. Hasil percobaan dengan menyuntikkan ekstrak sayuran secara intraperitoneal atau di bawah kulit dengan separuh dosis efektif ED50 pada hewan percobaan, menunjukkan adanya akumulasi dari neutrophil tersebut.
Dengan demikian jika kita makan sayuran, dan kebetulan jumlah sayuran yang kita makan dapat menghasilkan dosis minimal yang dapat mengaktivasi pembentukan neutrophil, maka secara tidak langsung sistem kekebalan sudah terbentuk dalam tubuh kita. Ide ini ternyata cocok dengan penelitian data epidemiologi, yakni komunitas masyarakat yang dominan mengonsumsi sayuran ternyata mempunyi tingkat bahaya kematian yang lebih rendah dari komunitas masyarakat yang tidak mengonsumsi sayuran.

Penulis adalah staf peneliti bioteknologi/mikrobiologi di Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi Bioindustri, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Sumber : SINAR HARAPAN - http://www.sinarharapan.co.id/iptek/kesehatan/2002/03/3/kes02.html

Tidak ada komentar:

Translate