Putro Agus Harnowo - detikHealth
Kamis, 23/02/2012 11:58 WIB
Jakarta, Buah-buahan dan sayuran banyak mengandung antioksidan yang terbukti efektif menangkal radikal bebas yang berbahaya bagi tubuh. Namun jenis buah apa yang dapat menangkal stroke masih belum diketahui. Penelitian terbaru menemukan, banyak makan berbagai jenis jeruk, seperti jeruk manis dan jeruk bali terbukti dapat mengurangi risiko stroke pada wanita.
Dalam penelitian tersebut, perempuan yang mengonsumsi buah jeruk memiliki risiko 19% lebih rendah mengalami stroke iskemik ketimbang wanita yang sedikit makan buah jeruk. Pada stroke iskemik, aliran darah ke otak tersumbat, terkadang penyumbatan terjadi pada pembuluh darah arteri.
Penelitian lain telah melihat manfaat makan buah-buahan pada umumnya. Penelitian sebelumnya juga telah menunjukkan bahwa senyawa yang disebut flavonoid yang ditemukan dalam buah dan sayuran, dark chocolate dan anggur merah, dapat bermanfaat bagi kesehatan. Sayangnya, tidak semua flavonoid memiliki efek yang bermanfaat untuk mengatasi stroke.
"Dalam penelitian baru ini, kami menemukan bahwa tidak ada hubungan antara konsumsi flavonoid secara keseluruhan dengan risiko stroke," kata peneliti, AedÃn Cassidy, profesor nutrisi di University of East Anglia di Inggris.
Buah jeruk mengandung flavaonoids jenis tertentu yang disebut flavanones dan terbukti dapat menurunkan risiko stroke, terutama pada wanita. Flavanones dapat ditemukan dalam jus jeruk. Namun para peneliti menyarankan untuk lebih banyak memakan buah jeruk asli daripada jus, karena jus buah yang ada di pasaran cenderung mengandung banyak gula.
Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American Heart Association ini diikuti oleh 69.622 orang wanita selama 14 tahun. Masing-masing peserta melaporkan asupan makanannya, termasuk rincian konsumsi buah dan sayurannya setiap empat tahun. Para peneliti memeriksa makanan-makanan tersebut, mencari enam jenis utama flavonoid, yaitu flavanones, anthocyanin, flavan-3-OLS, polimer flavonoid, flavonol dan flavon.
"Flavanones dapat mengurangi risiko stroke melalui beberapa mekanisme, termasuk menyehatkan pembuluh darah dan melawan peradangan meningkatkan," kata Cassidy seperti dilansir LiveScience, Kamis (23/2/2012).
Penelitian sebelumnya mengenai konsumsi buah dan risiko stroke memiliki hasil yang beragam. Sebagai contoh, salah satu penelitian menemukan hubungan antara peningkatan konsumsi buah berwarna putih seperti apel dan pir dengan penurunan risiko stroke, tapi tidak menemukan hubungan untuk buah-buahan berwarna kuning dan oranye.
Para peneliti menegaskan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memperjelas hubungan antara konsumsi flavanon dengan risiko stroke, dan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai hubungan ini.
(pah/ir)
Sumber :
Detik.com - http://health.detik.com/read/2012/02/23/115809/1849790/766/menyukai-jeruk-lindungi-wanita-dari-stroke?l771108bcj
Sinar Matahari dan Ikan Jauhi Orang dari Ancaman Stroke
Vera Farah Bararah - detikHealth
Senin, 28/05/2012 14:00 WIB
Jakarta, Saat ini makin banyak orang yang terkena stroke di usia muda. Tapi ada cara mudah mengurangi risiko stroke yaitu keluar rumah untuk dapatkan sinar matahari dan konsumsi makanan kaya vitamin D seperti ikan.
Ilmuwan dari Amerika menemukan orang yang kekurangan vitamin D yang secara alami diproduksi oleh kulit saat terkena sinar matahari dan dari makanan termasuk kacang-kacangan serta minyak ikan bisa meningkatkan risiko stroke hingga lebih dari seperlimanya.
Hasil studi seperempat orang dengan kadar vitamin D terendah memiliki risiko 22 persen lebih tinggi terkena stroke dibanding yang kadar vitamin D nya tinggi. Hal ini menunjukkan kadar vitamin D yang cukup seperti dari sinar matahari pagi dan ikan bisa mengurangi kemungkinan kena stroke.
Kadar vitamin D yang rendah meningkatkan kemungkinan seseorang terkena jenis stroke yang umum yaitu ischaemic stroke yang mana terjadi pembekuan sehingga menyumbat pembuluh darah di otak.
Namun tidak hanya jenis stroke tersebut, karena kadar rendah juga bisa memicu terjadinya haemorrhagic stroke yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di otak.
"Hasil penelitian kami menegaskan bahwa mengonsumsi makanan yang kaya vitamin D akan bermanfaat untuk pencegahan stroke," ujar Dr Gotaro Kojima, salah seorang peneliti, seperti dikutip dari Telegraph, Senin (28/5/2012).
Dr Kojima menuturkan mendapatkan vitamin D yang cukup dari makanan atau suplemen bisa menjadi hal yang penting bagi orang tua karena sintesis vitamin D dari sinar matahari jadi hal yang lebih sulit saat usia tersebut.
Hasil ini berdasarkan kesimpulan dari studi selama 34 tahun yang melibatkan 7.500 orang paruh baya serta lanjut usia Jepang-Amerika yang tinggal di suatu tempat. Peneliti mengukur kadar vitamin D yang didapatkan partisipan baik dari makanan atau sinar matahari.
Dr Kojima dalam jurnal Stroke dari American Heart Association menyarankan seseorang sebaiknya mendapatkan sinar matahari yang cukup serta konsumsi vitamin D dari kacang-kacangan dan ikan.
(ver/ir)
Sumber :
Detik.com - http://health.detik.com/read/2012/05/28/140043/1926397/766/sinar-matahari-dan-ikan-jauhi-orang-dari-ancaman-stroke?l992204755
Senin, 28/05/2012 14:00 WIB
Jakarta, Saat ini makin banyak orang yang terkena stroke di usia muda. Tapi ada cara mudah mengurangi risiko stroke yaitu keluar rumah untuk dapatkan sinar matahari dan konsumsi makanan kaya vitamin D seperti ikan.
Ilmuwan dari Amerika menemukan orang yang kekurangan vitamin D yang secara alami diproduksi oleh kulit saat terkena sinar matahari dan dari makanan termasuk kacang-kacangan serta minyak ikan bisa meningkatkan risiko stroke hingga lebih dari seperlimanya.
Hasil studi seperempat orang dengan kadar vitamin D terendah memiliki risiko 22 persen lebih tinggi terkena stroke dibanding yang kadar vitamin D nya tinggi. Hal ini menunjukkan kadar vitamin D yang cukup seperti dari sinar matahari pagi dan ikan bisa mengurangi kemungkinan kena stroke.
Kadar vitamin D yang rendah meningkatkan kemungkinan seseorang terkena jenis stroke yang umum yaitu ischaemic stroke yang mana terjadi pembekuan sehingga menyumbat pembuluh darah di otak.
Namun tidak hanya jenis stroke tersebut, karena kadar rendah juga bisa memicu terjadinya haemorrhagic stroke yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di otak.
"Hasil penelitian kami menegaskan bahwa mengonsumsi makanan yang kaya vitamin D akan bermanfaat untuk pencegahan stroke," ujar Dr Gotaro Kojima, salah seorang peneliti, seperti dikutip dari Telegraph, Senin (28/5/2012).
Dr Kojima menuturkan mendapatkan vitamin D yang cukup dari makanan atau suplemen bisa menjadi hal yang penting bagi orang tua karena sintesis vitamin D dari sinar matahari jadi hal yang lebih sulit saat usia tersebut.
Hasil ini berdasarkan kesimpulan dari studi selama 34 tahun yang melibatkan 7.500 orang paruh baya serta lanjut usia Jepang-Amerika yang tinggal di suatu tempat. Peneliti mengukur kadar vitamin D yang didapatkan partisipan baik dari makanan atau sinar matahari.
Dr Kojima dalam jurnal Stroke dari American Heart Association menyarankan seseorang sebaiknya mendapatkan sinar matahari yang cukup serta konsumsi vitamin D dari kacang-kacangan dan ikan.
(ver/ir)
Sumber :
Detik.com - http://health.detik.com/read/2012/05/28/140043/1926397/766/sinar-matahari-dan-ikan-jauhi-orang-dari-ancaman-stroke?l992204755
Langganan:
Postingan (Atom)