Jumat, 12/10/2012 09:59 WIB
Liputan Khusus
Hestianingsih - wolipop
Jakarta - "Sudah hampir dua tahun lalu makanan saya 70 persen raw food, karena buat saya lebih segar, lebih berenergi," tutur Sophie Navita ketika ia menjadi pembicara di sebuah acara talkshow, belum lama ini di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.
Sebagai pelaku raw food diet, istri musisi Pongky Barata ini menjabarkan tentang banyaknya manfaat kesehatan yang didapat tubuh dengan mengonsumsi makanan mentah dibandingkan makanan matang. Sebelum mengetahui manfaatnya, mari mengenal apa itu raw food?
Raw food, atau biasa juga disebut dengan living food (makanan hidup) adalah makanan dalam bentuknya yang paling asli. Alias tidak mengalami proses pemasakan atau pemanasan. Umumnya raw food terdiri dari sayuran, buah-buahan serta kacang-kacangan mentah. Di dalam sayuran mentah terdapat enzim, suatu substansi yang dibutuhkan tubuh untuk mencerna makanan.
Ketika dimasak pada suhu di atas 45 derajat Celcius, nutrisi pada sayuran masih akan tersisa. Namun enzim yang seharusnya menjadi unsur penting bagi pencernaan tubuh justru mati. Sementara itu makanan yang tak mengandung enzim, ketika masuk ke dalam tubuh akan dikenali sebagai benda asing.
"Enzim mati, tubuh setengah mati mengolahnya (makanan). Tubuh akan menyuruh produksi enzim lebih banyak lagi. Tapi kalau makanan mentah, enzimnya belum mati sehingga tubuh nggak perlu produksi enzim lagi. Ini meringankan kerjanya," jelas wanita yang memegang sertifikasi sebagai raw food chef & instructor ini.
Lalu apa manfaat dari mengonsumsi makanan mentah?
1. Sayur dan buah mentah masih mengandung serat yang tinggi. Serat membantu mengurangi risiko penyakit jantung dan diabetes.
2. Membantu membersihkan usus, memberi nutrisi 'listrik' (karena masih mengandung enzim) sehingga tubuh jadi terasa bugar. Listrik dibutuhkan manusia untuk bergerak dan itu hanya bisa didapat dari makanan hidup.
3. Mencegah kegemukan. Sayur dan buah mentah kaya akan nutrisi namun rendah kalori. Selain itu juga lebih mudah dicerna oleh tubuh sehingga lebih cepat juga mengeluarkan toksin lewat tinja.
4. Raw food yang terdiri dari sayur dan buah memenuhi tiga unsur makanan sehat. Pertama, memiliki nutrisi tinggi seperti vitamin, mineral. Kedua, tinggi serat sehingga bisa menyapu semua kotoran di tubuh. Ketiga, tahu diri tidak meninggalkan jejak di dalam tubuh. Tiga unsur tersebut akan sangat bermanfaat memelihara kesehatan tubuh.
5. Membantu melangsingkan tubuh. Menurut pakar diet dr. Phaidon L. Toruan, raw food sangat membantu pelangsingan karena ada satu efek yang sangat efektif dalam membantu proses pembakaran lemak. Ketika kita makan buah-buahan dan sayur-sayuran (mentah), serat dalam makanan tersebut memiliki efek mem-block lemak sehingga lemak yang masuk ke dalam tubuh tidak terlalu banyak.
(hst/eny)
Sumber :
Detik.com - http://wolipop.detik.com/read/2012/10/12/095930/2060911/849/5-manfaat-kesehatan-dengan-mengonsumsi-makanan-mentah?w992201835
Cegah Stroke dengan Rajin Makan Tomat
Selasa, 9 Oktober 2012 | 20:49 WIB
KOMPAS.com - Berbahagialah mereka yang gemar menyantap buah tomat. Hasil penelitian para ahli dari Filandia menunjukkan, orang yang gemar makan tomat mungkin memiliki risiko lebih rendah untuk terserang stroke.
Seperti yang dipublikasikan dalam jurnal Neurology, para ahli dari University of Eastern Finland di Kuopio meneliti sekitar 1.000 orang tua. Riset menemukan, mereka yang memiliki kadar antioksidan lycopene yang relatif tinggi di dalam darahnya, lebih kecil kemungkinannya terserang stroke selama dua belas tahun ke depan.
Lycopene adalah zat kimia yang memberi warna merah pada makanan seperti tomat, cabe merah, semangka dan pepaya. Bagi kebanyakan orang, tomat adalah sumber terbaik lycopene.
Pimpinan riset Jouni Karppi, menyatakan lycopene adalah "antioksidan yang ampuh". Artinya, zat tersebut mampu membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan yang akhirnya dapat mengarah kepada penyakit. Penelitian di laboratorium juga menunjukkan, lycopene membantu memerangi peradangan dan pembekuan darah, dan mungkin lebih baik dalam proses tersebut dibandingkan antioksidan lain.
Dalam studi tersebut, Karppi dan timnya melibatkan 1.031 orang berusia 46 sampai 55 tahun. Tingkat lycopene, alpha- dan beta-carotene, dan vitamin E serta A setiap relawan diukur. Dalam kurun waktu 12 tahun, tercatat ada 11 kasus stroke di antara 25 persen relawan dengan tingkat lycopene tertinggi, dibandingkan dengan 25 kasus di antara 25 persen relawan dengan tingkat paling rendah.
Walau begitu, peneliti lainnya berpendapat bahwa rendahnya risiko stroke tidak semata-mata hanya karena faktor lycopene. Kemungkinan ada hal lain pada relawan dengan kadar lycopene tinggi yang dapat menjelaskan mengapa risiko mereka menjadi lebih rendah.
"Studi seperti ini menarik, tapi memiliki keterbatasan yang signifikan," kata Larry Goldstein, Direktur Duke Stroke Center dan profesor di Duke University Medical Center di Durham, North Carolina.
Ada kelemahan lain dari penelitian tersebut, seperti minimnya informasi mengenai pola diet responden secara keseluruhan. Padahal itu dapat menjelaskan mengapa lycopene berkaitan dengan risiko stroke yang lebih rendah.
Namun demikian, Karppi menyatakan, temuan ini mendukung saran pentingnya mengonsumsi lebih banyak buah dan sayuran. Dan hal itu pun diamini oleh Goldstein.
"Temuan ini memang memperkuat saran saat ini agar orang mengkonsumsi makanan yang seimbang dengan baik, melalui buah dan sayuran," kata Goldstein.
"Jika anda ingin memakan tomat sebagai bagian dari itu, tak apa-apa," kata Goldstein.
Editor : Asep Candra
Sumber :Reuters
Kompas.com - http://health.kompas.com/read/2012/10/09/20492321/Cegah.Stroke.dengan.Rajin.Makan.Tomat?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Khewp
KOMPAS.com - Berbahagialah mereka yang gemar menyantap buah tomat. Hasil penelitian para ahli dari Filandia menunjukkan, orang yang gemar makan tomat mungkin memiliki risiko lebih rendah untuk terserang stroke.
Seperti yang dipublikasikan dalam jurnal Neurology, para ahli dari University of Eastern Finland di Kuopio meneliti sekitar 1.000 orang tua. Riset menemukan, mereka yang memiliki kadar antioksidan lycopene yang relatif tinggi di dalam darahnya, lebih kecil kemungkinannya terserang stroke selama dua belas tahun ke depan.
Lycopene adalah zat kimia yang memberi warna merah pada makanan seperti tomat, cabe merah, semangka dan pepaya. Bagi kebanyakan orang, tomat adalah sumber terbaik lycopene.
Pimpinan riset Jouni Karppi, menyatakan lycopene adalah "antioksidan yang ampuh". Artinya, zat tersebut mampu membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan yang akhirnya dapat mengarah kepada penyakit. Penelitian di laboratorium juga menunjukkan, lycopene membantu memerangi peradangan dan pembekuan darah, dan mungkin lebih baik dalam proses tersebut dibandingkan antioksidan lain.
Dalam studi tersebut, Karppi dan timnya melibatkan 1.031 orang berusia 46 sampai 55 tahun. Tingkat lycopene, alpha- dan beta-carotene, dan vitamin E serta A setiap relawan diukur. Dalam kurun waktu 12 tahun, tercatat ada 11 kasus stroke di antara 25 persen relawan dengan tingkat lycopene tertinggi, dibandingkan dengan 25 kasus di antara 25 persen relawan dengan tingkat paling rendah.
Walau begitu, peneliti lainnya berpendapat bahwa rendahnya risiko stroke tidak semata-mata hanya karena faktor lycopene. Kemungkinan ada hal lain pada relawan dengan kadar lycopene tinggi yang dapat menjelaskan mengapa risiko mereka menjadi lebih rendah.
"Studi seperti ini menarik, tapi memiliki keterbatasan yang signifikan," kata Larry Goldstein, Direktur Duke Stroke Center dan profesor di Duke University Medical Center di Durham, North Carolina.
Ada kelemahan lain dari penelitian tersebut, seperti minimnya informasi mengenai pola diet responden secara keseluruhan. Padahal itu dapat menjelaskan mengapa lycopene berkaitan dengan risiko stroke yang lebih rendah.
Namun demikian, Karppi menyatakan, temuan ini mendukung saran pentingnya mengonsumsi lebih banyak buah dan sayuran. Dan hal itu pun diamini oleh Goldstein.
"Temuan ini memang memperkuat saran saat ini agar orang mengkonsumsi makanan yang seimbang dengan baik, melalui buah dan sayuran," kata Goldstein.
"Jika anda ingin memakan tomat sebagai bagian dari itu, tak apa-apa," kata Goldstein.
Editor : Asep Candra
Sumber :Reuters
Kompas.com - http://health.kompas.com/read/2012/10/09/20492321/Cegah.Stroke.dengan.Rajin.Makan.Tomat?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Khewp
Langganan:
Postingan (Atom)