Ini Dia 8 Khasiat Kurma untuk Kesehatan

Rabu, 01/08/2012 08:07 WIB

Sukma Indah Permana - detikRamadan

Jakarta - Kurma adalah buah yang tumbuh dari pohon palem yang dipercaya berasal dari daerah sekitar tepi sungan Nil dan Efrat. Namun dalam perkembangannya, budidaya kurma menyebar ke Asia, Afrika, Spanyol hingga Italia. Sementara kurma menjadi tanaman tradisional yang penting di Turki, Iraq, Arab, Afrika Utara sampai Maroko.

Buah ini juga dikenal sebagai makanan pokok di wilayah Timur Tengah sejak ribuan tahun yang lalu. Buah kurma banyak disajikan saat berbuka puasa. Selain dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW untuk dikonsumsi, buah ini bermanfaat secara medis. Berikut ini 7 khasiat buah kurma untuk kesehatan tubuh:

1. Sumber Energi

Dalam buah kurma terkandung gula alami glukosa, sukrosa, dan fruktosa tinggi yang dapat meningkatkan energi. Untuk itu, kurma sangat bagus dikonsumsi saat berbuka puasa karena dapat menggantikan kalori kita yang berkurang sesudah puasa.

Kurma juga kaya akan mineral dan mengandung fitonutriwn, zat yang berkhasiat meningkatkan stamina dalam tubuh.

2. Mencegah Anemia

Kurma kering mengandung zat besi yang tinggi sehingga membantu meningkatkan kadar hemoglobin dan mencegah anemia. Kurma merupakan sumber zat besi yang sangat baik. Zat besi adalah komponen dari hemoglobin di dalam sel darah merah yang menentukan daya dukung oksigen darah.

3. Mencegah Kanker Usus Besar

Buah kurma kaya serat yang mencegah penyerapan kolesterol LDL dalam usus. Kandungan serat kurma juga membantu melindungi selaput lendir usus dengan mengurangi paparan dan mengikat bahan kimia yang menyebabkan kanker usus besar. Kurma yang berserat tinggi juga mampu mencegah terjadinya kanker usus besar.

4. Mengatasi Masalah Sembelit

Sebagai makanan laksatif (laxative food), kurma bermanfaat melancarkan buang air besar dan mencegah konstipasi. Kandungan seratnya yang tinggi dapat membantu membersihkan usus besar dan melancarkan pencernaan.

5. Mencegah Penyakit Jantung dan Stroke

Kalium dalam kurma adalah komponen penting dari sel dan cairan tubuh yang membantu mengendalikan denyut jantung dan tekanan darah, sehingga memberikan perlindungan terhadap penyakit jantung koroner dan stroke.

Selain itu, kurma juga mengandung mineral potasium 260 persen lebih tinggi daripada jeruk dan 64 persen lebih tinggi dibanding pisang. Dalam terapi hipertensi, kurma membuat dinding pembuluh darah tetap elastis serta mengikat karbon dioksida dalam darah.

Kaum Arab Badui, yang makan kurma secara teratur, menunjukkan tingkat kejadian yang sangat rendah dari kanker dan penyakit jantung.

6. Mencegah Kanker Paru-paru dan Kanker Rongga Mulut

Kurma kaya akan zat antioksidan flavonoid sepeti beta-karoten, lutein, dan zeaxanthin. Zat-zat antioksidan ini memiliki kemampuan melindungi sel-sel tubuh terhadap radikal bebas sehingga melindungi tubuh terhadapn kanker paru-paru dan rongga mulut.

Kurma juga merupakan sumber vitamin A yang diketahui membantu melindungi dari kanker paru-paru dan rongga mulut.

7. Menjaga Kesehatan Mata

Kurma mengandung Vitamin A yang diketahui memiliki sifat antioksidan dan merupakan mikronutrien yang penting bagi kesehatan mata. Kurma juga mengandung zeaxanthin yang penting untuk kesehatan mata dan melindungi mata terhadap degenerasi makula.

8. Menjaga Kesehatan Gigi dan Tulang

Kurma kaya akan kalsium dan mineral penting lainnya seperti magnesium, fosfor, kalium, tembaga, mangan, dan selenium yang berkhasiat dalam pembentukan tulang serta sendi.

Kurma juga mengandung flour yang memperlambat proses kerusakan gigi. Fluor juga diketahui mencegah pembentukan plak gigi karena memperkuat enamel gigi. Enamel gigi terdiri dari hidroksiapatit (hydoxyapatite), yang jika kontak dengan fluor membentuk hidroksifluorapatit (hydroxyfluorapatite) yang tahan terhadap kerusakan gigi. Fluor tidak dapat mengembalikan kerusakan gigi, namun dapat mencegah kerusakan gigi lebih lanjut.


(rmd/rmd)


Sumber :
Detik.com - http://ramadan.detik.com/read/2012/08/01/080752/1979992/631/ini-dia-7-khasiat-kurma-untuk-kesehatan?r991104topnews

Pemanis Alami Ini Lebih Sehat dari Gula

Selasa, 31 Juli 2012, 23:11 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Panganan manis yang sarat akan gula, memang sangat menggoda. Namun ancaman penyakit seperti stroke, diabetes, serta obesitas, selalu menyertai para penggemar panganan manis. Berikut ini adalah bahan pemanis makanan alami yang lebih sehat dibandingkan dengan gula.

Madu adalah bahan alami yang efektif untuk menghilangkan dahak dan alergi pada tubuh. Tidak hanya itu, rasa madu juga lebih manis dan tentu saja lebih sehat dibandingkan dengan gula. Menggunakan madu sebagai pemanis juga membuat rasa pada panganan menjadi lebih kaya dan gurih.

Pemanis lain yang dapat menggantikan gula adalah kismis. Kismis atau buah anggur yang dikeringkan juga dapat memberikan rasa yang lebih nikmat dibandingkan dengan gula. Anda bisa menggunakan kismis sebagai bahan pemanis alami pada masakan Anda, sebagai menggantikan gula.

Pengganti gula yang alami dan sehat lainnya adalah buah. Buah-buahan seperti apel, beri, mangga dan nanas biasa disajikan sebagai hidangan pencuci mulut, namun buah-buahan ini juga bisa dijadikan pemanis alami yang kaya akan rasa.

Caranya adalah, cobalah menumis buah-buah ini menggunakan sedikit minyak zaitun dan menambahkan sedikit air di dalamnya. Saat buah-buah ini sudah mengeluarkan saripatinya yang manis, Anda pun bisa menggunakannya sebagai pemanis makanan atau menikmatinya sebagai kudapan sehat.

Meskipun bahan-bahan pemanis tersebut adalah pemanis alami, penting untuk Anda ingat, bahwa terlalu banyak mengkonsumsi panganan manis tidak baik untuk kesehatan jangka panjang Anda.

Meskipun nutrisi pada pemanis alami lebih banyak dan lebih sehat, Anda tetap harus membatasi penggunaannya.

Redaktur: Yudha Manggala P Putra
Sumber: Antara


Sumber :
Republika Online - http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/12/07/31/m818yd-pemanis-alami-ini-lebih-sehat-dari-gula

Translate