Tiga Asupan untuk Kurangi Risiko Diabetes

Konsumsi saja asupan-asupan berikut secara teratur.

Mutia Nugraheni, Stella Maris
Jum'at, 13 Juli 2012, 17:21 WIB

VIVAlife - Tidak stabilnya kadar gula dalam darah, jika dibiarkan bisa berdampak negatif pada kesehatan. Salah satunya adalah penyakit diabetes, yang bisa terjadi baik pria maupun wanita.

Tak hanya dapat menyerang satu organ tubuh, jika sudah parah bisa menimbulkan komplikasi, seperti luka pada kaki yang berujung amputasi atau kebutaan. Faktor yang paling berperan sehingga seseorang dapat terserang penyakit ini selain genetik adalah gaya hidup atau pola makan.

Demi mengurangi risikonya, seperti dilansir dari eatingwell, ada tiga asupan yang sebaiknya Anda konsumsi secara teratur. Asupan ini diketahui bisa mengurangi risiko diabetes.

Kopi
Bagi sebagian besar pria, kopi adalah minuman wajib pagi hari mereka. Selain dapat menangkal penyakit parkinson dan stroke, kopi juga baik untuk mengurangi risiko diabetes tipe dua. Dalam sebuah penelitian, menunjukkan bahwa antioksidan dalam kopi dapat meningkatkan sensitivitas sel-sel terhadap insulin, serta membantu untuk mengatur gula darah. Tapi pastikan, kopi yang diminum tak mengandung banyak gula.

Kayu manis
Ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa campuran kayu manis meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu menurunkan tingkat gula darah. Penelitian pada 2003 menemukan bahwa penderita diabetes tipe dua yang mengonsumsi kayu manis tingkat glukosa darahnya turun hingga 29 persen.

Para penderita diabetes tersebut mengkonsumsi satu gram atau setengah sendok teh kayu manis setiap harinya selama 40 hari. Akan tetapi, masih diperlukan penelitian lebih lanjut hubungan antara gula darah dengan jumlah kayu manis.

Gandum
Sensitivitas insulin dapat meningkat, jika Anda memiliki untuk mengkonsumsi biji-bijian seperti roti gandum, jagung, dan gandum. Selain memberikan serat yang baik untuk tubuh juga dapat mengontrol kadar gula dalam darah.

Itu karena, makanan jenis ini dapat memperlambat penyerapan gula yang berasal dari makanan yang Anda konsumsi. Rekomendasi asupan serat dalam jenis makanan ini adalah sekitar 25 gram untuk wanita, dan 38 gram untuk pria. (eh)

• VIVAlife


Sumber :
Viva.co.id - http://life.viva.co.id/news/read/335317-tiga-asupan-untuk-kurangi-risiko-diabetes

Ramuan Teh Jahe dan Madu untuk Ibu Menyusui

Bramirus Mikail | Asep Candra | Jumat, 6 Juli 2012 | 16:48 WIB

KOMPAS.com - Selama masa menyusui, seorang ibu harus menjaga betul segala makanan yang akan dikonsumsi. Hal ini karena apa yang mereka konsumsi akan disalurkan kepada bayi melalui perantara air susu ibu (ASI).

Sebagian orang mengklaim bahwa sajian teh yang dicampur jahe dan madu merupakan pilihan terbaik dan aman untuk ibu menyusui. Namun pertanyaannya, benarkah anggapan itu? Untuk mengetahuinya kebenarannya, berikut adalah ulasannya :

1. Manfaat

Teh yang dibuat dengan campuran jahe dan madu memberikan efek menenangkan dan membantu ibu dari gejala kedinginan ketika menyusui. Banyak dokter menyarankan menghindari obat saat menyusui karena mungkin memiliki efek samping negatif bagi bayi. Jahe mungkin efektif untuk menghilangkan masalah pernapasan dan batuk. Sementara madu berkhasiat menenangkan sakit tenggorokan dan membantu meredakan batuk. Hal ini tentu memberikan alternatif yang lebih baik dan aman untuk Anda dan bayi dalam banyak kasus. Bahkan, jahe dipercaya dapat secara efektif melancarkan aliran ASI, yang turut membantu keberhasilan menyusui.

2. Cara penyajian

Membuat teh dari madu dan jahe sangat mudah dan bisa dilakukan dirumah. Pertama-tama, potong jahe sepanjang 2 sampai 3 inci, lalu siapkan madu dan lemon. Panaskan air sampai mendidih. Kemudian iris jahe tipis-tipis, lalu masukan irisan jahe ke air yang sudah mendidih dan biarkan mendidih dengan api kecil selama 20 sampai 30 menit. Saring air jahe yang tadi sudah dipanaskan. Setalah dituang ke cangkir, dengan dicampur teh dan tambahkan jus lemon serta madu secukupnya.

3. Keamanan

Sayangnya, sampai saat ini masih sedikit penelitian yang menguji tentang keamanan jahe untuk ibu menyusui. Saran mengenai penggunaannya pun bervariasi antara dokter atau profesional medis yang satu dengan lainnya. Sebagai contoh, MedlinePlus menganjurkan ibu menyusui untuk menghindari minuman ini, tetapi situs Baby Center justru mengklaim minuman ini aman jika digunakan dalam dosis yang moderat. Jadi untuk amannya, konsultasikan hal ini dengan dokter Anda untuk mengetahui berapa dosis yang dibutuhkan saat sedang menyusui.

4. Pertimbangan

US Food and Drug Administration (FDA) mengklaim konsumsi jahe cenderung aman bagi ibu menyusui, namun mungkin tidak semua orang cocok. Jika Anda mengonsumsi obat-obat tertentu seperti untuk diabetes, tekanan darah, penyakit pembekuan darah atau jantung, jahe dapat mengganggu efektivitasnya.

Terkadang, makanan dan minuman yang Anda konsumsi saat menyusui dapat menyebabkan reaksi pada bayi. Jika Anda melihat bayi mengalami ruam, rewel atau diare segera setelah menyusui, bayi Anda mungkin sensitif terhadap madu atau jahe. Madu biasanya aman saat menyusui, tetapi Matius Beshara, MD, asisten profesor klinis di Departemen Obstetri dan Ginekologi dari University of Pennsylvania, merekomendasikan untuk memilih madu yang sudah di pasteurisasi karena lebih mungkin tidak terkontaminasi dengan bakteri yang bisa membuat Anda atau bayi Anda sakit.


Sumber :LiveStrong
Kompas.com - http://health.kompas.com/read/2012/07/06/1648505/Ramuan.Teh.Jahe.dan.Madu.untuk.Ibu.Menyusui

Translate